Cari Blog Ini

Sabtu, 02 Juli 2011

Uang Logam tak laku di Perbatasan

Uang logam pecahan Rp500 ke bawah tak diminati di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina. Musababnya tak ada barang yang dijual dengan harga di bawah pecahan itu.

"Masyarakat berbondong-bondong menukarkan uang," kata Camat Kepulauan Miangas, Kepulauan Talaud (perbatasan Indonesia-Filipina), Sulawesi Utara S. E. Maarist di sela-sela Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah oleh BI, kemarin.

Sejatinya warga Pulau Miangas memerlukan bank untuk menabung dan melakukan transfer. "Di sini tak ada bank, jadi jika mau ke bank harus ke Tahuna atau ke pulau yang merupakan kabupaten. Itu bisa ditempuh dengan kapal biasa selama dua hari," tutur Maarist.

Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia melakukan clean money policy di kedua pulau tersebut untuk mengganti uang yang rusak atau lusuh.

Bank sentral yang didampingi TNI AL KRI Sultan Nuku berhasil mengumpulkan uang yang ditukar masyarakat dan tidak layak edar sebanyak Rp158 juta dari Rp2 miliar yang disiapkan BI.

Menurut Kasir Madya Direktorat Peredaran Uang BI, Bambang Suprio, operasi clean money policy dan Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah dilakukan di perbatasan Indonesia-Filipina tepatnya di pulau Marore dan Miangas ini dilakukan pada 23-27 Juni 2011.

Sumber : Metrotvnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar