Melihat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang tidak sesuai harapan, Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbahan ekonomi negara tersebut. Organisasi ini juga memperingatkan AS dan negara-negara Eropa yang terjerat utang untuk segera bertindak menyelesaikan defisit anggarannya.
IMF sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 2,8 %. Nyatanya, pertumbuhan ekonomi AS hanya mampu mencapai angka 2,5%. Karena itu, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun depan menjadi 2,7%, yang semula ditetapkan pada angka 2,9%. Sedangkan untuk ekonomi global, IMF memprediksi peningkatan pada tahun ini akan mencapai 4,3 %.
IMF juga memperingatkan defisit anggaran besar yang terjadi di AS dan Jepang. Pemotongan anggaran belanja atau kenaikan pajak bisa mengancam ekonomi dua negara tersebut. Kedua negara juga diminta untuk membuat rencana pemangkasan defisit yang meliputi.
Sumber : Liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar